MargaritasRocks – Mexican Bar & Lounge

Waspada Maraknya Video Hoaks

berita hoaks

Media sosial kembali diramaikan oleh berbagai video yang memperlihatkan aksi demonstrasi. Sejumlah postingan  bahkan disertai narasi yang membuat seolah-olah peristiwa tersebut sedang terjadi saat ini.

Namun, masyarakat diminta tidak terburu-buru mempercayai maupun membagikan video tersebut. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyebut bahwa sejumlah konten yang beredar ternyata merupakan rekaman lama yang kembali diunggah dengan konteks berbeda. Ada pula konten yang menggabungkan kejadian dari luar negeri dan kemudian diklaim sebagai peristiwa yang terjadi di Indonesia.

Berawal dari Video yang Terlihat Meyakinkan

Bayangkan seseorang sedang membuka media sosial. Di layar ponselnya muncul sebuah video yang memperlihatkan kerumunan massa, kendaraan aparat, suara teriakan, dan suasana yang terlihat tegang. Video tersebut kemudian diberi keterangan seolah-olah kejadian baru saja berlangsung. Karena tampilannya terlihat nyata, orang tersebut mungkin langsung mempercayainya. Tanpa memeriksa tanggal, lokasi, maupun sumber awal video, unggahan itu kemudian dibagikan kepada teman dan keluarga.

Dalam hitungan menit, informasi yang belum tentu benar bisa berpindah dari satu akun ke akun lainnya. Inilah yang membuat hoaks semakin sulit dikendalikan.

Satu Tombol Bisa Membuat Informasi Menyebar

Di era media sosial, menyebarkan informasi hanya membutuhkan beberapa detik.

Seseorang melihat video.

Kemudian menekan tombol [bagikan]

Temannya melihat.

Temannya membagikan lagi.

Begitu seterusnya.

Dalam waktu singkat, sebuah informasi yang belum diverifikasi dapat terlihat seperti sebuah fakta hanya karena sudah dibagikan oleh banyak orang.

Padahal, banyaknya orang yang membagikan sebuah informasi tidak membuktikan bahwa informasi tersebut benar. Viral bukan berarti valid.

                        Baca Artikel Selanjutnya : Kenakalan Remaja Sejak Dunia Dini

Bagaimana Cara Mengeceknya?

Ada beberapa langkah sederhana sebelum membagikan video yang sedang viral.

Dari Satu Video, Kita Bisa Belajar

Fenomena video demonstrasi lama yang kembali beredar menjadi pengingat bahwa kehidupan digital membutuhkan sikap kritis. Tidak semua yang muncul di layar ponsel adalah fakta. Ada video yang memang benar, tetapi konteksnya diubah. Ada informasi yang sengaja dibuat palsu. Ada pula rekaman dari tempat dan waktu berbeda yang kemudian disatukan dengan narasi tertentu. Karena itu, masyarakat tidak harus menjadi ahli teknologi untuk melawan hoaks.

Exit mobile version